Senin, 17 Agustus 2020

LITERASI NON FIKSI (PEDOMAN BERTANAM TOMAT)

 

Laporan Harian Kegiatan Membaca

 

Nama                                : Wulan Amalia Mustika Damayanti

Kelas                                 : XI MIA 2

 

Judul buku                       : Pedoman Bertanam Tomat

Pengarang                       : Bina Karya Tani, Tim

Penerbit, tahun terbit   : CV. Yrama Widya, 2013

Jenis buku                       : Non Fiksi

Tebal buku                      : 134 halaman

 

No.

Bab

Informasi Penting

1.

I

 

     Pada mulanya tomat dikenal sebagai tanaman liar yang tidak banyak manfaatnya. Penggunaan tomat sebagai bahan makanan secara besar-besaran mulai dilakukan di Eropa, terutama dijadikan bumbu masak. Di Indonesia, pengembangan budidaya tanaman tomat mendapat prioritas perhatian sejak tahun 1961. Daerah-daerah di Indonesia yang merupakan sentra produski tomat, mulai dari urutan yang paling besar adalah Jawa Barat, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Permintaan pasar (konsumen) terhadap produk tomat dunia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan meningkatnya rata-rata konsumsi di berbagai negara.

     Meningkatnya kemajuan di bidang industri pengolahan pangan juga akan berperan terhadap besarnya serapan pasar buah tomat dam meningkatnya kemajuan di bidang tansportasi akan lebih menunjang pemasarannya. Salah satu bentuk olahan tomat adalah pasta atau murni sebagai bahan baku pembuatan saus, pengalengan daging, ikan, dan sayuran. Dari aspek gizinya, tomat baik bagi kesehatan, kandungan lemak dan kalori tomat rendah dan bebas kolesterol. Tomat juga kaya vitamin A dan C, sebagai peredam kanker prostat, serta sebagai pelindung tubuh.

 

2.

II

    

     Tanaman tomat berbentuk perdu atau semak yang menjalar pada permukaan tanah dengan panjang mencapai sekitar 2 meter. Tomat termasuk golongan tanaman semusim atau berumur pendek. Maksudnya hanya seklai bereproduksi dan setelah itu mati. Umumnya tomat tumbuh setahun berbentuk perdu. Tanaman tomat terdiri ats bagian akar, batang, daun, bunga, dan buah sebagai bagian terpenting dari hasil utama produk. Bagian-bagian tubuh tumbuhan tersebut berperan dalam aktivitas hidup tumbuhan, seperti penyerapan air, pernapasan, fotosintesis, pengangkutan zat makanan, dan perkembangbiakkan. Tanaman tomat memiliki varietas yang jumlahnya sangat banyak. Semua varietas yang ditemukan dan mudah diperoleh di pasar bersifat unggul dalam berbagai hal. Banyaknya varietas unggul yang ditawarkan membuat para petani atau para pelaku agrobisnis justru harus lebih berhati-hati untuk menjatuhkan pilihan pada varietas tertentu yang akan dibudidayakan. Beberapa tanam tomat yang merupakan varietas unggul adalah Varietas Soluna F1, Samina F1, Tresna F1, Zinac, Tornado 201, New Kingkong, Tomat Kada, Tomat Yellow Pear, dan Tomat Season Red.

 

3.

III

 

     Tanaman tomat dapat tumbuh subur di berbagai ketinggian tempat, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, bergantung pada varietasnya. Tanaman tomat tidak tahan terhadap hujan dan matahri terik. Inilah sebabnya tomat lebih cocok ditanam di daerah yang kering dan sejuk dari pegunungan daripada dataran rendah. Iklim merupakan faktor penting dalam bercocok tanam, terutama tanaman tomat. Tanaman tomat membutuhkan perairan yang cukup, memerlukan sinar matahari minimal 8 jam per hari, suhu rata-rata tahunan pada daerah-daerah pertanaman tomat antara 24°C ­ 28°C pada siang hari dan 15°C - 20°C pada malam hari, dan jenis tanah yang baik untuk bertanam tomat adalah tanah liat yang mengandung pasir, keadaan tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), sirkulasi udara dan tata air dalam tanah baik.

     Bibit unggul adalah tanaman yang memiliki sifat-sifat agronomis yang baik, seperti daya produksinya tinggi, tahan terhadap serangan  salah satu atau berbagai hama penyakit. Penanaman bibit tanpa memperhatikan keunggulan varietasnya tidak akan mendatangkan keuntungan yang diharapkan. Faktor tanah yang mempengaruhi produksi dalam usaha tani mencakup tiga segi, yaitu fisik, kimia, dan biologi.

     Cara penanaman yang benar akan membuahkan hasil yang baik. Cara penanaman yang benar adalah persiapan lubang tanam, seleksi bibit, dan waktu tanam. Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan pengairan, pemberantasan gulma, pemasangan turus, penyulaman dan pemangkasan. Salah satu tindakan perawatan tanaman yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman adalah pemupukan. Pemupukan bertujuan untuk menambah ketersediaan unsur hara di dalam tanah agar tanaman dapat menyerapnya sesuai dengan kebutuhan tanaman itu sendiri.

 

4.

IV

 

     Kerusakan pada tanaman bisa disebabkan oleh faktor nonbiotis, misalnya suhu, cahaya, oksigen, air, tanah, dan sebagainya. Untuk menanggulangi hama dan penyakit yang mengganggu kelestarian tanaman, secara garis besar dapat ditempuh dengan dua cara preventif dan kuratif. Hama pada tanaman terdiri atas hewan mamalia, serangga, dan burung.

     Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme. Penyebaran penyakit pada tanaman dapat terjadi melalui angin, air, atau serangga. Serangga dapat menularkan virus, bakteri, jamur, dan protozoa dari satu tanaman ke tanaman lain. Selain itu, faktor lingkungan, misalnya kelembaban dan suhu juga mempengaruhi tanaman.

     Tanaman yang terserang suatu penyakit akan terhambat pertumbuhannya, dan akhirnya dapat mati. Contoh penyakit pada tanaman sayuran tomat dan penyebabnya adalah sebagai berikut : penyakit jamur Phythophthora infestans, penyakit layu, penyakit akar, penyakit bakteri (Xannthomonas solanacearum), penyakit bengkak akar, dan busuk ujung buah tomat.

     Dalam dunia pertanian, nama lain dengan istilah yang popular untuk rumput pengganggu tanaman budidaya adalah gulma. Gulma perlu diberantas karena sangat mengganggu tanaman dan mengambil makanan (zat hara) dari dalam tanah yang mengakibatkan penderitaan pada tumbuhan pokok dan juga mengakibatkan turunnya hasil pertanian yang dibudidayakan.

     Penyiangan pertama sebaiknya dilakukan pada saat tanaman sayuran tomat berumur 2 minggu. Penyiangan ini dapat dilakukan dua kali. Tujuannya adalah menghilangkan gulma-gulma yang menjadi saingan dalam mencari zat makanan dari dalam tanah. Selain itu juga bertujuan menggemburkan tanah. Penyiangan selanjutnya dapat dilakukan pada saat umur tanaman sudah sekitar 5 minggu.

 

5.

V

 

     Penentuan panen sangat mempengaruhi mutu dan harga tomat itu sendiri. Panen tomat di Indonesia dilakukan secara manual dengan memutar buah hingga terlepas dari tangkai.  Pemanenan secara periodik dilakukan 2 atau 3 kali sepekan bergantung pada keadaan buah yang matang. Untuk menentukan indeks panen, biasanya pekebun hanya memperhatikan perubahan fisik-kimia atau perubahan warna buah tomat selama proses pematangan buah. Adapun cirinya adalah warna hijau, warna gading, perubahan warna hijau ke kuning, warna merah muda, dan warna merah.

     Penanganan hasil panen harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati karena sangat menentuan mutu akhir buah. Penanganan yang dilakukan secara kasar akan menyebabkan meningkatnya jumlah kerusakan buah, sehingga dapat memperpendek lama penyimpanan, kualitas buah turun, dan harga jual pun menjadi rendah. Penanganan hasil panen dapat dilakukan dengan penyortiran, pengemasan, pengangkutan dan penyimpanan.

     Hambatan mengusahakan tomat tidak selalu terjadi di lahan pertanaman. Menurut suatu penelitian dari Balai  Penelitian Sayuran menunjukkan kerusakan akibat salah penanganan pasca panen tomat di Indonesia terjadi antara lain, keterlambatan hasil produksi, cara bongkar muat yang kasar, penggunaan kemasan kurang memadai, dan penyimpanan.

     Menurut penelitiannya, kerusakan tomat dibedakan menjadi kerusakan mekanis, kerusakan akibat suhu, dan gangguan fisiologi.

 

Komentar terhadap isi buku

  

     Buku ini memberikan informasi tentang bagaimana bertanam tomat secara baik dan benar. Informasi yang disampaikan juga sangat lengkap dan jelas. Buku ini juga memberikan pemahaman bagi pembaca khususnya bagi pemula sehingga pesan yang mau diutarakan oleh pengarang tersampaikan kepada pembaca.

 

 

     ........, 23 Agustus 2019

Mengetahui,

 

                     Orang tua/Wali                                                             Guru Bahasa Indonesia

 

 

 

       

                (..........................)                                                              (Fitriyah, S.Pd)

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LITERASI NON FIKSI (MATEMATIKA CERDAS)

  Laporan Harian Kegiatan Membaca   Nama                                 : Wulan Amalia Mustika Damayanti Kelas            ...