Laporan Harian Kegiatan Membaca
|
Nama : Wulan
Amalia Mustika Damayanti Kelas : XI MIA 2 |
|
Judul buku
: Pedoman Bertanam Tomat Pengarang :
Bina Karya Tani, Tim Penerbit, tahun terbit : CV.
Yrama Widya, 2013 Jenis buku
: Non Fiksi Tebal buku :
134 halaman |
|
No. |
Bab |
Informasi Penting |
|
1. |
I |
Pada mulanya tomat dikenal sebagai tanaman liar yang tidak banyak
manfaatnya. Penggunaan tomat sebagai bahan makanan secara besar-besaran mulai
dilakukan di Eropa, terutama dijadikan bumbu masak. Di Indonesia,
pengembangan budidaya tanaman tomat mendapat prioritas perhatian sejak tahun
1961. Daerah-daerah di Indonesia yang merupakan sentra produski tomat, mulai
dari urutan yang paling besar adalah Jawa Barat, Bengkulu, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Permintaan pasar (konsumen) terhadap produk
tomat dunia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan
meningkatnya rata-rata konsumsi di berbagai negara. Meningkatnya
kemajuan di bidang industri pengolahan pangan juga akan berperan terhadap
besarnya serapan pasar buah tomat dam meningkatnya kemajuan di bidang
tansportasi akan lebih menunjang pemasarannya. Salah satu bentuk olahan tomat
adalah pasta atau murni sebagai bahan baku pembuatan saus, pengalengan
daging, ikan, dan sayuran. Dari aspek gizinya, tomat baik bagi kesehatan,
kandungan lemak dan kalori tomat rendah dan bebas kolesterol. Tomat juga kaya
vitamin A dan C, sebagai peredam kanker prostat, serta sebagai pelindung
tubuh. |
|
2. |
II |
Tanaman tomat berbentuk perdu atau semak
yang menjalar pada permukaan tanah dengan panjang mencapai sekitar 2 meter.
Tomat termasuk golongan tanaman semusim atau berumur pendek. Maksudnya hanya
seklai bereproduksi dan setelah itu mati. Umumnya tomat tumbuh setahun
berbentuk perdu. Tanaman tomat terdiri ats bagian akar, batang, daun, bunga,
dan buah sebagai bagian terpenting dari hasil utama produk. Bagian-bagian
tubuh tumbuhan tersebut berperan dalam aktivitas hidup tumbuhan, seperti
penyerapan air, pernapasan, fotosintesis, pengangkutan zat makanan, dan
perkembangbiakkan. Tanaman tomat memiliki varietas yang jumlahnya sangat
banyak. Semua varietas yang ditemukan dan mudah diperoleh di pasar bersifat
unggul dalam berbagai hal. Banyaknya varietas unggul yang ditawarkan membuat
para petani atau para pelaku agrobisnis justru harus lebih berhati-hati untuk
menjatuhkan pilihan pada varietas tertentu yang akan dibudidayakan. Beberapa
tanam tomat yang merupakan varietas unggul adalah Varietas Soluna F1, Samina
F1, Tresna F1, Zinac, Tornado 201, New Kingkong, Tomat Kada, Tomat Yellow Pear, dan Tomat Season Red. |
|
3. |
III |
Tanaman tomat dapat tumbuh subur di berbagai ketinggian tempat, mulai
dari dataran rendah sampai dataran tinggi, bergantung pada varietasnya. Tanaman
tomat tidak tahan terhadap hujan dan matahri terik. Inilah sebabnya tomat
lebih cocok ditanam di daerah yang kering dan sejuk dari pegunungan daripada
dataran rendah. Iklim merupakan faktor penting dalam bercocok tanam, terutama
tanaman tomat. Tanaman tomat membutuhkan perairan yang cukup, memerlukan
sinar matahari minimal 8 jam per hari, suhu rata-rata tahunan pada
daerah-daerah pertanaman tomat antara 24°C 28°C pada siang hari dan 15°C -
20°C pada malam hari, dan jenis tanah yang baik untuk bertanam tomat adalah
tanah liat yang mengandung pasir, keadaan tanah subur, gembur, banyak
mengandung bahan organik (humus), sirkulasi udara dan tata air dalam tanah
baik. Bibit
unggul adalah tanaman yang memiliki sifat-sifat agronomis yang baik, seperti
daya produksinya tinggi, tahan terhadap serangan salah satu atau berbagai hama penyakit.
Penanaman bibit tanpa memperhatikan keunggulan varietasnya tidak akan
mendatangkan keuntungan yang diharapkan. Faktor tanah yang mempengaruhi
produksi dalam usaha tani mencakup tiga segi, yaitu fisik, kimia, dan biologi.
Cara penanaman yang benar akan membuahkan hasil yang baik. Cara
penanaman yang benar adalah persiapan lubang tanam, seleksi bibit, dan waktu
tanam. Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan pengairan, pemberantasan
gulma, pemasangan turus, penyulaman dan pemangkasan. Salah satu tindakan
perawatan tanaman yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman adalah pemupukan. Pemupukan bertujuan untuk menambah ketersediaan
unsur hara di dalam tanah agar tanaman dapat menyerapnya sesuai dengan
kebutuhan tanaman itu sendiri. |
|
4. |
IV |
Kerusakan pada tanaman bisa disebabkan oleh faktor nonbiotis, misalnya suhu, cahaya, oksigen, air, tanah, dan
sebagainya. Untuk menanggulangi hama dan penyakit yang mengganggu kelestarian
tanaman, secara garis besar dapat ditempuh dengan dua cara preventif dan kuratif. Hama pada tanaman terdiri atas hewan mamalia, serangga,
dan burung.
Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh
mikroorganisme. Penyebaran penyakit pada tanaman dapat terjadi melalui angin,
air, atau serangga. Serangga dapat menularkan virus, bakteri, jamur, dan
protozoa dari satu tanaman ke tanaman lain. Selain itu, faktor lingkungan,
misalnya kelembaban dan suhu juga mempengaruhi tanaman.
Tanaman yang terserang suatu penyakit akan terhambat pertumbuhannya,
dan akhirnya dapat mati. Contoh penyakit pada tanaman sayuran tomat dan
penyebabnya adalah sebagai berikut : penyakit jamur Phythophthora infestans, penyakit layu, penyakit akar, penyakit
bakteri (Xannthomonas solanacearum),
penyakit bengkak akar, dan busuk ujung buah tomat.
Dalam dunia pertanian, nama lain dengan istilah yang popular untuk
rumput pengganggu tanaman budidaya adalah gulma.
Gulma perlu diberantas karena sangat mengganggu tanaman dan mengambil makanan
(zat hara) dari dalam tanah yang mengakibatkan penderitaan pada tumbuhan pokok
dan juga mengakibatkan turunnya hasil pertanian yang dibudidayakan. Penyiangan
pertama sebaiknya dilakukan pada saat tanaman sayuran tomat berumur 2 minggu.
Penyiangan ini dapat dilakukan dua kali. Tujuannya adalah menghilangkan
gulma-gulma yang menjadi saingan dalam mencari zat makanan dari dalam tanah.
Selain itu juga bertujuan menggemburkan tanah. Penyiangan selanjutnya dapat
dilakukan pada saat umur tanaman sudah sekitar 5 minggu. |
|
5. |
V |
Penentuan panen sangat mempengaruhi mutu dan harga tomat itu sendiri.
Panen tomat di Indonesia dilakukan secara manual dengan memutar buah hingga
terlepas dari tangkai. Pemanenan
secara periodik dilakukan 2 atau 3 kali sepekan bergantung pada keadaan buah
yang matang. Untuk menentukan indeks panen, biasanya pekebun hanya
memperhatikan perubahan fisik-kimia atau perubahan warna buah tomat selama
proses pematangan buah. Adapun cirinya adalah warna hijau, warna gading,
perubahan warna hijau ke kuning, warna merah muda, dan warna merah.
Penanganan hasil panen harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati
karena sangat menentuan mutu akhir buah. Penanganan yang dilakukan secara
kasar akan menyebabkan meningkatnya jumlah kerusakan buah, sehingga dapat
memperpendek lama penyimpanan, kualitas buah turun, dan harga jual pun
menjadi rendah. Penanganan hasil panen dapat dilakukan dengan penyortiran,
pengemasan, pengangkutan dan penyimpanan.
Hambatan mengusahakan tomat tidak selalu terjadi di lahan pertanaman.
Menurut suatu penelitian dari Balai Penelitian
Sayuran menunjukkan kerusakan akibat salah penanganan pasca panen tomat
di Indonesia terjadi antara lain, keterlambatan hasil produksi, cara bongkar
muat yang kasar, penggunaan kemasan kurang memadai, dan penyimpanan.
Menurut penelitiannya, kerusakan tomat dibedakan menjadi kerusakan
mekanis, kerusakan akibat suhu, dan gangguan fisiologi. |
|
Komentar
terhadap isi buku |
Buku
ini memberikan informasi tentang bagaimana bertanam tomat secara baik dan
benar. Informasi yang disampaikan juga sangat lengkap dan jelas. Buku ini
juga memberikan pemahaman bagi pembaca khususnya bagi pemula sehingga pesan
yang mau diutarakan oleh pengarang tersampaikan kepada pembaca. |
|
|
........, 23 Agustus 2019 Mengetahui, Orang tua/Wali
Guru Bahasa Indonesia
(..........................) (Fitriyah, S.Pd) |
||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar