MAKALAH
KIMIA MINYAK BUMI
kelompok 3: 1.
Alif Fakhruroji
2. Delia Wandayani
3.
Lia Indayanti
4.
Lita Sabila
5. Nabela Apriela Putri
6.
Rayan Olo Lumban Gaol
7. Siti Komariah
SMA
Negeri 1 Kabupaten Tangerang
Jl.
Raya Serang PK5, Talagasari, Km 3,8 Kec. Balaraja Tangerang-Banten
2019/2020
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar...........................................................................................................................3
Daftar
Isi....................................................................................................................................2
Bab
I Pendahuluan.....................................................................................................................4
1.1 Latar
BelakangRumusan Masalah...........................................................................4
1.2 Tujuan
Penulisan......................................................................................................4
Bab II Pembahasan....................................................................................................................5
2.1 Minyak Bumi.....................................................................................................5
2.1.1 Sejarah dan Pengertian Minyak Bumi......................................................5
2.1.2 Proses Pembentukan Minyak
Bumi..........................................................5
2.1.3 Pembentuk Minyak bumi..........................................................................7
2.1.4 Bagaimana Mengambil Minyak Bumi
Sebelum Diolah...........................8
2.1.5 Seperti Apa Proses Pengolahan Minyak
Bumi.........................................8
2.2
Fraksi Minyak Bumi...........................................................................................9
2.3
Bensin................................................................................................................11
2.3.1 Pengertian dan Komponen Pembentuk Bensin.....................................12 2.3.2
Proses Pembentukan Bensin........................................................................12
2.3.3 Bahan Bakar Alternatif............................................................................12
2.4 Dampak Penggunaan Minyak Bumi dan Bensin..............................................16
2.4.1 Dampak Positif........................................................................................16
2.4.2 Dampak Negatif......................................................................................16
BAB III PENUTUP..............................................................................................................17
Lampiran................................................................................................................................18
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang atas rahmatnya kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “makalah kimia minyak bumi” yang
merupakan salah satu tugas mata pelajaran kimia SMA Negeri 1 Kabupaten
Tangerang. Adapun di dalam makalah ini kami membahas tentang:
1.
Minyak bumi
2.
Fraksi minyak bumi
3.
Bensin
4.
Dampak penggunaan
Penulisan makalah
ini, kami merasa masih banyak kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun
materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Maka kritik dan saran dari
semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Kami berharap
semoga makalah ini membantu teman-teman mengetahui secara garis besar materi
yang kami sampaikan di dalam makalah. Terima kasih kami ucapkan atas waktunya
7,
Agustus 2019
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Energi yang
digunakan masyarakat untuk memasak, energi kendaraan bermotor serta industri
berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Ketiganya didapatkan dari
sisa-sisa pelapukan organisme, sehingga disebut bahan bakar fosil. Sisa dari
organisme tersebut berkumpul dan mengendap didasar bumi yang kemudian ditutupi
lumpur. Karena pengaruh tekanan lapisan diatasnya, lumpur tersebut lama
kelamaan berubah menjadi batuan. Bakteri anaerob menguraikan sisa jasad renik
menjadi minyak dan gas bumi karena meningkatnya
tekanan dan suhu
Minyak
bumi merupakan senyawa hidrokarbon. Rantai karbon penyusun minyak bumi ada
berbagai jenis yang beragam dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Sifat
dan karakteristik dasar yang berbeda-beda inilah yang akan mentukan bagaimana
tindakan selanjutnya untuk mengolah minyak bumi tersebut. Tindakan pengolahan
ini akan mempengaruhi produk yang dihasilkan
Mengingat
minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, maka
pengetahuan tentang minyak bumi penting untuk kita ketahui. Sebagai generasi
penerus negeri ini, maka sudah sepatutnya kita memikirkan bahan bakar
alternatif yang digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Apa
itu minyak bumi?
2. Bagaiman
proses pembentukan minyak bumi?
3. Apa
saja komponen pembentuk minyak bumi?
4. Bagaimana
mengambil minyak bumi sebelum diolah?
5. Seperti
apa pengolahan minyak bumi?
6. Apa
itu fraksi minyak bumi?
7. Apa
itu bensin?
8. Apa
saja komponen pembentuk bensin?
9. Darimana
bensin berasal dan bagaimana proses pembentukannya?
10. Bagaimana
pengambilan dan pengolahan bensin?
11. Apa
saja bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti?
12. Apa
saja dampak positif dan negatif penggunaan minyak bumi dan bensin?
1.3
Tujuan
Penulisan
Pembaca serta kami dapat mengetahui hal-hal mendetail
mengenai minyak bumi, fraksi minyak bumi, bensin, dan dampak yang sebelumnya
tidak kami ketahui, makalah ini dapat menambah wawasan kami tentang hal-hal
yang sebelumnya tidak kami pikirkan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Minyak bumi
2.1.1 Sejarah dan Pengertian Minyak Bumi
Minyak bumi adalah cairan kental berwarna
coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada dilapisan atas
dari beberapa area di kerak bumi.
Sulit
untuk memastikan, dimana dan siapa yang pertama kali menggunakan minyak bumi.
Tetapi berdasrkan informasi yang tersedia sejauh ini, minyak bumi sudah
digunakan sejak ribuan tahun lalu. Minyak bumi khususnya dalam bentuk aspal
sudah digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat sejak tahun 6000 SM.
Kegiatan penggalian minyak bumi di Cina sudah dilakukan sejak lama, ratusan
bahkan ribuan tahun lbih awal dibanding penggalian di Amerika Serikat yang baru
dilakukan tahun 1819. Cina sudah menggunakan alat bor berbahan perunggu untuk
menggali minyak bumi. Dimasa awal pengusahaannya di Amerika Serikat,
pengangkutan minyak bumi dilakukan menggunakan kuda dan perahu. Saking padatnya
perahu , dilaporkan bahwa terjadi tabrakan bulan mei 1864 yang menyebabkan
tumpahnya dalam jumblah besar, sekitar 20000-30000 barel.
Pemboran untuk mencari minyak bumi di Indonesia mulai
dilakukan pada tahun 1871. Minyak bumi pertama kali ditemukan di indonesia
diawali dengan laporan penumuan minyak bumi oleh Corps of the Mining Engineers
intsitusi milik Belanda pada dekade 1850-an
2.1.2 Proses
pembentukan minyak bumi
Minyak bumi
berasal dari pelapukan sisa-sia organisme sehingga disebut bahan bakar fosil.
Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan
yanh mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Sisa dari organisme tersebut berkumpul
dan mengendap didasar bumi yang kemudian ditutupi lumpur. Karena pengaruh
tekanan lapisan diatasnya, lumpur tersebut lama kelamaan berubah menjadi
batuan. Bakteri anaerob menguraikan sisa jasad renik menjadi minyak dan gas bumi karena meningkatnya tekanan dan suhu.
Minyak bumi proses
pembentukannya memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan gas yang telah terbentuk
meresap dalam batuan yang berpori. Berikut merupakan teori proses pembentukan
minyak bumi:
1. Teori Biogenetik (Organik)
Teori ini menyebutkan bahwa Minyak
Bumi dan Gas Alam terbentuk dari beraneka jasad organik seperti hewan dan
tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan pasir dan lumpur.
Kemudian endapan lumpur ini
menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi ini dari sungai menuju ke laut dan
mengendap di dasar lautun selama jutaan tahun. Akibat pengaruh waktu,
temperatur dan tekanan lapisan batuan di atasnya menyebabkan organisme itu
menjadi bintik-bintik minyak ataupun gas.
2. Teori Anorganik
Teori menyebutkan bahwa minyak bumi
terbentuk karena aktivitas bakteri. Unsur seperti oksigen, belerang dan
nitrogen dari zat yang terkubur akibat aktivitas bakteri berubah menjadi zat
minyak yang berisi hidrokarbon.
3. Teori Duplex
Teori ini merupakan teori yang banyak
digunakan oleh kalangan luas karena menggabungkan Teori Biogenetik
dengan Anorganik yang menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam
terbentuk dari berbagai jenis organisme laut baik hewan maupun tumbuhan.
Akibat pengaruh
waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan
sedimen. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik
minyak dikenal sebagai batuan induk (Source Rock).
Selanjutnya minyak dan
gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya
terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap). Dalam
suatu perangkap (Trap) dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak
dan air, (3) gas dan air. Jika gas terdapat bersama-sama dengan minyak bumi
disebut dengan Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu
perangkap disebut Non Associated Gas. Karena perbedaan berat jenis, maka gas
selalu berada di atas, minyak di tengah, dan air di bagian bawah. Karena proses
pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi
digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Menurut
berbagai teori tersebut, minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang
berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mati. Jasad renik tersebut
kemudian terbawa air sungai bersama lumpur dan mengendap di dasar laut.
Akibat
pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, temperatur tinggi, dan
tekanan oleh lapisan di atasnya, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan
gelembung minyak atau gas.
Lumpur
yang bercampur dengan jasad renik tersebut kemudian berubah menjadi batuan
sedimen yang berpori, sedangkan bintik minyak dan gas bergerak ke tempat yang
tekanannya rendah dan terakumulasi pada daerah perangkap (trap) yang
merupakan batuan kedap.
Pada
daerah perangkap tersebut, gas
alam, minyak, dan air terakumulasi sebagai deposit minyak bumi. Rongga bagian
atas merupakan gas alam, sedangkan cairan minyak mengambang di atas deposit
air.
Proses
pembentukan minyak bumi
1. Fotosintesa
ganggang
Minyak bumi dibuat secara alami,
awalnya dihasilkan oleh ganggang yang berfotosintesa, ganggang merupakan biota
terpenting dalam menghasilkan minyak bumi.
2. Pembentukan
batuan induk
batuan induk ini terbentuk karena
ganggang yang sudah mati terendapkan di cekungan sedimen lalu membentuk Batuan
Induk. Batuan induk merupakan batuan yang memiliki kandungan Carbon yang tinggi
(High Total Organic Carbon). Namun tidak sembarang cekungan bisa menjadi
Batuan Induk, makanya proses ini sangat spesifik.
3. Pengendapan
batuan induk
Kemudian
batuan induk tertimbun oleh batuan lain selama jutaan tahun, salah satu batuan
yang menimbun Batuan Induk ini adalah batuan sarang. Batu Sarang merupakan batu sarang
ini umumnya terbentuk dari batu gamping, pasir maupun batu vulkanik yang
tertimbun bersama dan terdapat ruang berpori. Semakin lama, batuan lain akan
menumpuk dan dasarnya akan semakin tertekan kedalam sehingga suhunya akan
semakin bertambah. Minyak
terbentuk pada suhu antara 50 sampai 180 derajat Celsius.
4. Proses
akhir
Karbon
terkena panas dan bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrokarbon. Minyak yang
dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang ini berupa minyak mentah.
Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan air. Salah
satunya yang terpenting adalah berat jenis dan kekentalan. Kekentalan minyak
bumi mentah lebih tinggi dari air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih
kecil dari air.
2.1.3 Pembentuk Minyak bumi
Komponen pembentuk minyak bumi ialah
sisa jasad renik yang telah tertimbun bertahun-tahun. Komponen utama penyusun
minyak bumi:
|
Senyawa
|
persentase
|
Kandungan senyawa
|
|
Hidrokarbon
|
90%-99%
|
Alufatik jenuh, aromatik, dan sikloalkana
|
|
Belerang
|
0,7%-7%
|
Tio alkana, alkanatiol
|
|
Nitrogen
|
0,01%-0,9%
|
Pirol(C4H5N)
|
|
Oksigen
|
0,01%-0,4%
|
Asam karboksilat
|
|
Organo logam
|
Sangat kecil
|
Logam nikel
|
2.1.4 Bagaimana Mengambil
Minyak Bumi Sebelum Diolah
Apabila suatu daerah telah diketahui
memiliki kandungan minyak bumi didalamnya maka akan dilakukan pemboran dengan
menggunakan alat bor seperti rig pengeboran untuk mengambil minyak bumi mentah
di bawah tanah.
2.1.5 Seperti Apa Proses
Pengolahan Minyak Bumi
Pengolahan minyak bumi memakan proses waktu yang
cukup lama dan melewati beberapa tahapan. Terdapat 6 tahapan proses pengolahan
minyak bumi, yakni :
1.
Proses
Destilasi
Adalah proses pemisahan fraksi-fraksi yang ada di minyak bumi,
pemisahan fraksi tersebut berdasarkan titik didih. Dilakukan pada sebuah wadah
tabung yang dipanaskan dalam tekanan 1 atm suhu 370 derajat celcius.
Hasil dari fraksi dipisahkan dimana fraksi yang titk didihnya
terendah menempati bagian paling atas tabung. Dan titik didih tinggi bagian
paling dasar tabung.
2.
Proses
Cracking (refinery)
Bertujuan untuk menguraikan molekul-molekul besar senyawa
hidrokarbon menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil. Proses cracking dapat
dilakukan dengan 3 cara:
·
Thermal
Cracking: Pemecahan rantai senyawa hidrokarbon yang memiliki rantai panjang
menjadi rantai yang lebih kecil dengan cara proses katalis atau pemanasan dalam
suhu 800 derajat dan tekanan 700 kpa.
·
Catalytic
Cracking: Menggunakan mekanisme perengkahan ion karbonium. Menggunakan suhu
tinggi dengan tekanan yang rendah
·
Hidrocracking:
Kombinasi proses thermal cracking dengan catalytic yang menghasilkan senyawa
jenuh. Proses ini dilakukan dengan tekanan yang tinggi.
3.
Proses Reforming
Merubah
struktur pada molekul fraksi yang mutunya buruk menjadi lebih baik. Dilakukan
dengan proses pemanasan. Karena proses reforming merubah struktur molekul
fraksi maka disebut juga proses
isomerisasi.
4.
Proses Polimerasi dan
Alkilasi
Proses
Alikilasi: Penambahan suatu atom pada molekul fraksi sehingga menjadi jauh
lebih panjang dan bercabang.
Proses
Polimerasi: Penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul lebih besar
dalam sebuah fraksi sehingga mutunya meningkat.
5.
Proses Treating
Pemurnian
fraksi minyak bumi melalui tahap eliminasi bahan-bahan pengotor yang terlibat
dalam proses pengolahan. Antara lain penghilangan bau tidak sedap melalui
beberapa proses yang mengeliminasi bahan-bahan yang tidak memberikan manfaat
dalam mutu dan mutu akan bertambah.
6.
Proses Blending
Meningkatkan
kualitas produk siap pakai dengan menambahkan bahan-bahan aditif ke dalam
fraksi minyak bumi. Seperti TEL ( Teta Ethyl Lead) yang meningkatkan bilangan
oktan dalam bensin. Setelah melalui proses ini minyak bumi mutunya jauh lebih
baik dan siap pakai.
2.2 Fraksi Minyak Bumi
Fraksi minyak bumi adalah komponen-komponen minyak bumi yang dipisahkan
melalui proses fraksinasi. Fraknisasi dilakukan
dengan memanaskan minyak bumi dengan tujuan memisahkan komponen yang mengandung
hidrokarbon melalui titik didih. Berikut fraksi-fraksi minyak bumi dan
pemanfaatannya :
01- LPG
Titik didih 20° - Merupakan uap dari minyak bumi yang
dipanaskan yang komponen utamanya adalah propana dan butana.
02 - Nafta
Titik didih 70° - nafta merupakan
sejenis bensin / bahan bakar kendaraan dengan oktan yang tinggi. Nafta bisa
diolah menjadi avtur (aviator turbin) sebagai bahan bakar pesawat terbang.
03 - Bensin
Titik didih 150° - Fraksi
minyak bumi ini paling banyak di gunakan oleh masyarakat kita di Indonesia.
Hampir semua masyarakat membeli bahan bakar jenis ini.
04 - Kerosin / Minyak Tanah
Titih didih 270° - Minyak
tanah memiliki tingkat pembakaran yang cukup rendah, kebanyakan minyak tanah
diperuntukkan untuk bahan bakar kompor, lampu templok dan media pembantu untuk
membakar sesuatu.
05 - Solar
Tititk didih 300° - Solar
mengandung sulfur yang tinggi, jika mesin diesel tidak sempurna dalam melakukan
pembakaran maka akan keluar asap hitam yang mengepul.
06 - Pelumas
Titik didih 350° - Pelumas
digunakan untuk melindungi mesin dari gesekan. Pelumas didapati dari titik
didih yang sangat tinggi dan berada di bawah tungku penyulingan minyak bumi
bagian bawah.
07 - Parafin
Titik didih 370° -
Parafin atau lilin terdapat dilapisan bawah tungku penyulingan minyak bumi
dengan titik didih yang sangat tinggi. Saat ini parafin digunakan untuk
pembuatan lilin, korek api dan proses pelapisan buah agar tahan lama.
08 - Residu / Aspal
Titik didih 400° - Residu
biasanya terdapat di kerak dinding tungku penyulingan minyak bumi, Fraksi
minyak bumi ini digunakan untuk mengikat bebatuan yang digunakan untuk
mengaspal jalan agar menyatu. Aspal juga bersifat menyerap air, jika hujan dan
air masuk kedalam aspal akan berpotensi tergerus dan jalan akan berlubang.
Dari fraksi-fraksi minyak bumi yang merupakan hasil dari fraksinasi hampir
tidak ada yang terbuang. Demi memenuhi kebutuhan akan fraksi minyak bumi
diatas, semua negara mengeksplorasi setiap wilayahnya untuk menemukan cadangan
sumber daya yang baru.
Tabel Fraksi Minyak Bumi
|
Fraksi
|
Jumlah Atom C
|
Titik Didih (C)
|
Kegunaan
|
|
Gas
|
1-4
|
(-160)-30
|
Bahan bakar LPG sumber
hidrogen, bahan baku sintesis senyawa organik.
|
|
Petroleum eter
|
5-6
|
30-90
|
Pelarut.
|
|
Bensin (Gasoline)
|
5-12
|
70-140
|
Bahan bakar kendaraan.
|
|
Nafta ( bensin berat)
|
6-12
|
140-80
|
Bahan kimia ( pembuatan plastik, karet
sintetis, detergen, obat, cat, serat sintesis, kosmetik), zat aditif bensin.
|
|
Minyak tanah (kerosin),
avtur(aviation turbine kerosene)
|
9-14
|
180-250
|
Rumah tangga, bahan bakar
mesin pesawat terbang.
|
|
Solar dan minyak diesel
|
12-18
|
270-350
|
Bahan bakar diesel, industri.
|
|
Pelumas(oli)
|
18-22
|
350 ke atas
|
Pelumas.
|
|
Parafin / lilin/ malam
|
20-30
|
350 ke atas
|
Lilin, batik, korek api, pelapis kertas bungkus, semir
sepatu.
|
|
Aspal
|
25 keatas
|
350 keatas
|
Pengaspalan jalan, atap
bangunan, lapisan antikorosi, pengedapan suara pada lantai.
|
2.3 Bensin
2.3.1 Pengertian dan Komponen Pembentuk Bensin
Bensin adalah salah satu
jenis bahan bakar minyak yang ditujukan untuk kendaraan bermotor. Bensin dibuat
dari minyak mentah, cairan berwarna hitam yang dipompa dari perut bumi dan
biasa disebut dengan petroleum. Cairan ini mengandung hidrokarbon;
atom-atom karbon dalam minyak mentah ini berhubungan satu dengan yang lainnya
dengan cara membentuk rantai yang panjangnya yang berbeda-beda.
Bensin
terdiri dari dua komponen utama, yaitu n-heptana (C7 H16) dan isooktana
(C8H18). Kualitas bensin dapat ditentukan dari banyaknya kandungan isooktan
atau yang disebut juga dengan nilai bilangan oktan. Semakin tinggi bilangan
oktannya, semakin efisien proses pembakaran bensin tersebut. Bensin merupakan
bahan bakar transportasi yang masih memegang peranan penting sampai saat ini
Kandungan
utama bensin adalah hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10. Kadarnya bervariasi
tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan.
Bilangan oktan adalah angka
yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan
sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin,
campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan
oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian
dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya
tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan
sebelum percikan api dari busi keluar. Nama oktan berasal
dari oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun
bensin, oktana yang memiliki sifat kompresi paling bagus. Oktana dapat
dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan, tidak seperti
yang terjadi pada heptana, misalnya, yang dapat terbakar spontan meskipun
baru ditekan sedikit. Nilai bilangan oktan 0 ditetapkan untuk nheptana yang
mudah terbakar, dan nilai 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar.
Mengapa ada beberapa mobil yang harus menggunakan
bensin tertentu? Karena ada beberapa kendaraan / mobil yang memiliki mesin
berkualitas tinggi yang harus memakai (pertamax 92 dan pertamax turbo 98)
dampak jika memakai bensin pertamax pada mobil adalah gejala knocking pada
mesin mobil jika kebiasaan menggunakan bensin premium terus dilakukan knocking
kemudian berdampak munculnya kerak disaluran bbm paling parahnya, pistonnya dan
push prod rusak.
2.3.2 Proses Pembentukan
Bensin
Karena bensin merupakan salah satu
dari fraksi minyak bumi, maka proses pengambilan dan pengolahannya sama dengan
proses minyak bumi. Hanya saja bensin dihasilkan dari proses fraksinisasi
dengan titik didih tertentu .
2.3.3
Bahan Bakar Alternatif
Bahan bakar
alternatif adalah bahan bakar yang dapat digunakan untuk menggantikan bahan
bakar konvensional yang tidak dapat diperbarui. Minat menggunakan bahan bakar
alternatif untuk kendaraan yang terus tumbuh pada dasarnya dimotivasi oleh tiga
pertimbangan berikut ini:
1. Bahan bakar
alternatif umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi kendaraan yang
berkontribusi terhadap kabut asap, polusi udara dan pemanasan global;
2. Sebagian besar
bahan bakar alternatif tidak diturunkan dari bahan bakar fosil yang merupakan
sumber daya yang terbatas.
3. Bahan bakar
alternatif dapat membantu negara memenuhi kebutuhan energi secara lebih
mandiri.
Bahan Bakar alternatif dibedakan lagi menjadi dua
1.Bahan bakar alternatif dari alam
Misalnya:
· Bahan bakar hidrogen
· Energi air
· Energi matahari
· Energi angin
· Energi gelombang laut
· Energi gerak
· Bahan bakar dari
buah-bauahan/tumbuhan
2.Bahan bakar alternatif dari limbah
Misalnya:
· Bahan bakar dari limbah
plastik
· Bahan bakar dari abu batu
bara atau dibuat briket
· Bahan bakar dari ranting,
sisa-sisa kayu dan tempurung kelapa dibuat arang
· Bahan bakar dari kotoran
hewan atau manusia dibuat biogas
Ciri-ciri bahan bakar alternatif adalah:
1. Dapat digunakan berulang-ulang
2. Jumlahnya berlimpah di alam
3. Pengolahannya tidak merusak alam
4. Tidak berbahaya,aman,serta tidak
menyebabkan penyakit akibat pengolahannya
5. Ramah lingkungan
Macam-macam bahan bakar alternatif
a.
Biofuel
Bahan bakar hayati atau biofuel adalah setiap bahan
bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan
organik.Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak
langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. Ada tiga
cara untuk pembuatan biofuel: pembakaran limbah organik kering (seperti buangan
rumah tangga, limbah industri dan pertanian); fermentasi limbah basah (seperti
kotoran hewan) tanpa oksigen untuk menghasilkan biogas (mengandung hingga 60
persen metana), atau fermentasi tebu atau jagung untuk menghasilkan alkohol dan
ester; dan energi dari hutan (menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh
sebagai bahan bakar).
Proses fermentasi menghasilkan dua tipe biofuel:
alkohol dan ester. Bahan-bahan ini secara teori dapat digunakan untuk
menggantikan bahan bakar fosil tetapi karena kadang-kadang diperlukan perubahan
besar pada mesin, biofuel biasanya dicampur dengan bahan bakar fosil. Uni Eropa
merencanakan 5,75 persen etanol yang dihasilkan dari gandum, bit, kentang atau
jagung ditambahkan pada bahan bakar fosil pada tahun 2010 dan 20 persen pada
2020. Sekitar seperempat bahan bakar transportasi di Brazil tahun 2002 adalah
etanol.
Biofuel menawarkan kemungkinan memproduksi energi
tanpa meningkatkan kadar karbon di atmosfer karena berbagai tanaman yang
digunakan untuk memproduksi biofuel mengurangi kadar karbondioksida di atmosfer,
tidak seperti bahan bakar fosil yang mengembalikan karbon yang tersimpan di
bawah permukaan tanah selama jutaan tahun ke udara. Dengan begitu biofuel lebih
bersifat carbon neutral dan sedikit meningkatkan konsentrasi gas-gas rumah kaca
di atmosfer (meski timbul keraguan apakah keuntungan ini bisa dicapai di dalam
prakteknya).Penggunaan biofuel mengurangi pula ketergantungan pada minyak bumi
serta meningkatkan keamanan energi.
Ada dua strategi umum untuk memproduksi biofuel.
Strategi pertama adalah menanam tanaman yang mengandung gula (tebu, bit gula,
dan sorgum manis) atau tanaman yang mengandung pati/polisakarida (jagung), lalu
menggunakan fermentasi ragi untuk memproduksi etil alkohol. Strategi kedua
adalah menanam berbagai tanaman yang kadar minyak sayur/nabatinya tinggi
seperti kelapa sawit, kedelai, alga, atau jathropa. Saat dipanaskan, maka
keviskositasan minyak nabati akan berkurang dan bisa langsung dibakar di dalam
mesin diesel, atau minyak nabati bisa diproses secara kimia untuk menghasilkan
bahan bakar seperti biodiesel. Kayu dan produk-produk sampingannya bisa
dikonversi menjadi biofuel seperti gas kayu, metanol atau bahan bakar etanol.
Sederhananya, biofuel adalah energi yang terbuat dari materi hidup,
biasanya tanaman. Bioetanol,biodiesel, dan biogas adalah jenis
biofuel.Biofuels dianggap energi terbarukan, mengurangi peran dari bahan bakar
fosil, dan telah mendapat perhatian dalam transisi ke ekonomi rendah karbon.
b.
Bioetanol
Bioetanol (C2H5OH) merupakan
salah satu biofuel yang hadir sebagai bahan bakar alternatif
yang lebih ramah lingkungan dan sifatnya yang terbarukan.Merupakan bahan bakar
alternatif yang diolah dari tumbuhan yang memiliki keunggulan karena mampu
menurunkan emisi CO2 hingga 18%, dibandingkan dengan emisi bahan
bakar fosil seperti minyak tanah. Bioetanol dapat diproduksi dari berbagai
bahan baku yang banyak terdapat di Indonesia, sehingga sangat potensial untuk
diolah dan dikembangkan karena bahan bakunya sangat dikenal masyarakat.
Tumbuhan yang potensial untuk menghasilkan bioetanol antara lain tanaman yang
memiliki kadar karbohidrat tinggi, seperti tebu, nira, aren, sorgum, ubi kayu,
jambu mete (limbah jambu mete), garut, batang pisang, ubi jalar, jagung,
bonggol jagung, jerami, dan bagas (ampas tebu).
Dari biomas yang banyak mengandung pati dapat dibuat
alkohol.Alkohol merupakan bahan bakar yang baik. Dicampur dengan bensin ia
dapat digunakan untuk bahan bakar mobil, sehingga dapat mengurangi konsumsi
BBM.
c.
Biodiesel
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari
campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai
alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber
terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan
untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam
lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung,
biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari
minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih
sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan
bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.
Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan
bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena
biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel
petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan
infrastruktur zaman sekarang.
Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan
cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih
sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar.Pertumbuhan SPBU membuat semakin
banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan
yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.
d.
Biogas
Kotoran hewan dapat digunakan sebagai kompos untuk
memupuk tanaman atau membuat biogas yang berguna sebagai bahan bakar.Biogas
cocok dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki biomassa berlimpah, terutama
di sentra-sentra produksi padi seperti ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur,
Sulawesi Selatan, Bali, dan lain-lain.
Biogas sebagian besar terdiri atas gas metan yang
dapat dibakar. Biogas merupakan hasil fermentasi bakteri metan di dalam kondisi
anaerobik.Secara teknis pembuatan biogas tidak merupakan masalah.
e.
Hidrogen
Energi kimia yang diubah menjadi listrik dan cocok
digunakan untuk mobil listrik.Sekarang sedang dalam tahap pengembangan,
khususnya infrastruktur untuk pengisian sel bahan bakar tersebut ke kendaraan
agar bisa dilakukan juga secara konvensional.Dengan gencarnya pengembangan dan
produksi mobil listrik, penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif juga
semakin besar.
f.
Air
Sejauh ini air sebagai bahan bakar masih hipotesis dan
dalam penelitian lanjut. Air merupakan energi yang memang tidak secara langsung
bisa dipakai tanpa bantuan proses lain. Pasalnya, air merupakan oksidasi dari
hidrogen.Untuk itu harus dikembangkan teknologi untuk memecah molekul air
menjadi hidrogen dan digunakan sebagai energi.
g.
Urine
Jika ini terjadi kita tidak perlu pusing lagi mencari
WC umum ketika melakukan perjalanan.Menurut Dr. Gerardine Botte dari Asosiasi
Profesor Departemen Tehnik Mesin Kimia dan Biomolekuler di Universitas Ohio, di
dalam molekul urea (urine) terdapat empat atom hidrogen jika dibandingkan air
biasa yang hanya mengandung dua atom hidrogen. Lalu molekul tersebut dipisahkan
melalui oksidasi dengan basis elektroda nikel pada 0.37 V sehingga hidrogen
tersebut akan terpecah.
h.
Nitrogen Cair
Nitrogen cair adalah salah satu yang disiapkan untuk
kendaraan masa depan. Proses pembuatannya, nitrogen cair dipanaskan, ekstrak
panas menghasilkan tekanan udara dan digunakan untuk menggerakkan piston atau
mesin sehingga bisa berputar.
i.
Tekanan Udara
Selain tekanan udara yang dihasilkan oleh nitrogen
cair, secara sederhana kompresi udara juga bisa digunakan sebagai sumber daya
mobil.Penggunaan uda yang dikompresi tidak memerlukan busi dan sistem
pendingin.Dengan demikian dapat mengurangi biaya produksi dan perawatan
kendaraan. Proyek mesin dengan tekanan udara ini pertama dikembangkan oleh Tata
Motors dari India bekerja sama dengan perusahaan Perancis, MDI.
j.
Gas Alam
CNG (Compressed Natural Gas) atau gas alam dan di
Indonesia lebih dikenal dengan BBG (bahan bakar gas).Polusi yang ditimbulkan
lebih rendah dibandingkan bensin dan diesel.Kaerna lebih ringan dari oksigen,
polusi yang ditimbulkan juga sangat rendah.Masalahnya, untuk menyimpannya
diperlukan tekanan yang sangat tinggi.Akibatnya, harus menggunakan tabung atau
tangki yang kuat dan berat.
k.
Liquefied Petroleum Gas (LPG)
Bahan bakar ini sudah umum digunakan oleh rumah tangga
di Indonesia dan dikenal dengan sebutan elpiji. Karena terdiri dari campuran
hidrokarbon yang mudah terbakar (kalu ada sumber api), penggunaannya
transportasi umum sudah banyak. Dibandingkan dengan BBG, penyimpanan elpiji
membutuhkan tekanan jauh lebih rendah.
2.4 Dampak
Penggunaan Minyak Bumi dan Bensin
2.4.1 Dampak Positif
·
Membuat kehidupan menjadi lebih mudah
·
Mendorong
kreativitas rakyat dan pemerintah untuk menemukan energi alternatif
·
Pemerintah dapat menghemat dana hingga
triliunan rupiah
·
Berpengaruh positif pada
perekonomian
2.4.2 Dampak
Negatif
·
Mencemari lingkungn
·
Hasil dari pembakaran tidak sempurna dapat menyebabkan pemanasan global
·
Ketergantungan penggunaan SDA minyak bumi dan bensin cepat menghabiskan
SDA yang tidak terbaharukan ini
·
Dapat menyebabkan krisis apabila diproduksi kelebihan minyak
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari makalah ini yakni membahas mengenai sedikit sejarah minyak bumi, dari mana
dan seperti apa pengolahan minyak bumi, apa saja fraksi minyak bumi. Membahas
bensin, bilangan oktan, dampak penggunan, serta lain-lain. Yang semoga makalah
ini dapat berguna dengan baik dan menambah wawasan siswa mengenai materi kimia
minyak bumi dan segala pembahasannya. Kami yakini masih ada kekurangan dalam
makalah ini, dilihat dari kemampuan dan waktu kami yang terbatas. Oleh karena
itu kami mohon maklum kepada Bapak/Ibu guru atas segala kekurangan yang masih
ada dalam makalah ini.
B.
SARAN
Seharusnya
pemerintah mengadakan pembatasan terhadap penggunaan minyak bumi dan dengan
giat menaikkan pamor bahan bakar alternatif yang sangat berguna dalam mengganti
energi yang dibutuhkan sehari-hari. Sangat disayangkan pemerintah masih kurang
dalam mengedukasi warga mengenai betapa banyak pengganti yang dapat digunakkan
selain minyak bumi, dimana bahan-bahan tersebut ramah lingkungan dan tidak
memperparah pemanasan global.
LAMPIRAN
Gambar 1.1 pengeboran minyak bumi
Gambar 1.3 Pengolahan Minyak Bumi Gambar 1.4 dampak negatif
penggunaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar