Jumat, 01 November 2019

MAKALAH MINYAK BUMI KELAS 11 SMA IPA


MAKALAH KIMIA MINYAK BUMI








Disusun oleh:
 kelompok 3:   1. Alif Fakhruroji
                                                                         2. Delia Wandayani
                                                                         3. Lia Indayanti
                                                                         4. Lita Sabila
                                                                         5. Nabela Apriela Putri
                                                                         6. Rayan Olo Lumban Gaol
                                                                         7. Siti Komariah






SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang
Jl. Raya Serang PK5, Talagasari, Km 3,8 Kec. Balaraja Tangerang-Banten
2019/2020

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................................................................3
Daftar Isi....................................................................................................................................2
Bab I Pendahuluan.....................................................................................................................4
1.1  Latar BelakangRumusan Masalah...........................................................................4
1.2  Tujuan Penulisan......................................................................................................4
Bab II Pembahasan....................................................................................................................5
2.1 Minyak Bumi.....................................................................................................5
      2.1.1 Sejarah dan Pengertian Minyak Bumi......................................................5
      2.1.2 Proses Pembentukan Minyak Bumi..........................................................5
      2.1.3 Pembentuk Minyak bumi..........................................................................7
2.1.4 Bagaimana Mengambil Minyak Bumi Sebelum Diolah...........................8
2.1.5 Seperti Apa Proses Pengolahan Minyak Bumi.........................................8
2.2 Fraksi Minyak Bumi...........................................................................................9
2.3 Bensin................................................................................................................11
2.3.1 Pengertian dan Komponen Pembentuk Bensin.....................................12           2.3.2 Proses Pembentukan Bensin........................................................................12
2.3.3 Bahan Bakar Alternatif............................................................................12
                    2.4 Dampak Penggunaan Minyak Bumi dan Bensin..............................................16
2.4.1 Dampak Positif........................................................................................16
2.4.2 Dampak Negatif......................................................................................16

BAB III PENUTUP..............................................................................................................17
Lampiran................................................................................................................................18
           




KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang atas rahmatnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “makalah kimia minyak bumi” yang merupakan salah satu tugas mata pelajaran kimia SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang. Adapun di dalam makalah ini kami membahas tentang:
1.      Minyak bumi
2.      Fraksi minyak bumi
3.      Bensin
4.      Dampak penggunaan
Penulisan makalah ini, kami merasa masih banyak kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Maka kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini membantu teman-teman mengetahui secara garis besar materi yang kami sampaikan di dalam makalah. Terima kasih kami ucapkan atas waktunya



7, Agustus 2019

penulis











BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Energi yang digunakan masyarakat untuk memasak, energi kendaraan bermotor serta industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Ketiganya didapatkan dari sisa-sisa pelapukan organisme, sehingga disebut bahan bakar fosil. Sisa dari organisme tersebut berkumpul dan mengendap didasar bumi yang kemudian ditutupi lumpur. Karena pengaruh tekanan lapisan diatasnya, lumpur tersebut lama kelamaan berubah menjadi batuan. Bakteri anaerob menguraikan sisa jasad renik menjadi minyak dan gas  bumi karena meningkatnya tekanan dan suhu
      Minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon. Rantai karbon penyusun minyak bumi ada berbagai jenis yang beragam dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Sifat dan karakteristik dasar yang berbeda-beda inilah yang akan mentukan bagaimana tindakan selanjutnya untuk mengolah minyak bumi tersebut. Tindakan pengolahan ini akan mempengaruhi produk yang dihasilkan
      Mengingat minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, maka pengetahuan tentang minyak bumi penting untuk kita ketahui. Sebagai generasi penerus negeri ini, maka sudah sepatutnya kita memikirkan bahan bakar alternatif yang digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa itu minyak bumi?
2.      Bagaiman proses pembentukan minyak bumi?
3.      Apa saja komponen pembentuk minyak bumi?
4.      Bagaimana mengambil minyak bumi sebelum diolah?
5.      Seperti apa pengolahan minyak bumi?
6.      Apa itu fraksi minyak bumi?
7.      Apa itu bensin?
8.      Apa saja komponen pembentuk bensin?
9.      Darimana bensin berasal dan bagaimana proses pembentukannya?
10.  Bagaimana pengambilan dan pengolahan bensin?
11.  Apa saja bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti?
12.  Apa saja dampak positif dan negatif penggunaan minyak bumi dan bensin?

1.3  Tujuan Penulisan
Pembaca serta kami dapat mengetahui hal-hal mendetail mengenai minyak bumi, fraksi minyak bumi, bensin, dan dampak yang sebelumnya tidak kami ketahui, makalah ini dapat menambah wawasan kami tentang hal-hal yang sebelumnya tidak kami pikirkan.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Minyak bumi
2.1.1 Sejarah dan Pengertian Minyak Bumi
       Minyak bumi adalah cairan kental berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada dilapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Sulit untuk memastikan, dimana dan siapa yang pertama kali menggunakan minyak bumi. Tetapi berdasrkan informasi yang tersedia sejauh ini, minyak bumi sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Minyak bumi khususnya dalam bentuk aspal sudah digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat sejak tahun 6000 SM. Kegiatan penggalian minyak bumi di Cina sudah dilakukan sejak lama, ratusan bahkan ribuan tahun lbih awal dibanding penggalian di Amerika Serikat yang baru dilakukan tahun 1819. Cina sudah menggunakan alat bor berbahan perunggu untuk menggali minyak bumi. Dimasa awal pengusahaannya di Amerika Serikat, pengangkutan minyak bumi dilakukan menggunakan kuda dan perahu. Saking padatnya perahu , dilaporkan bahwa terjadi tabrakan bulan mei 1864 yang menyebabkan tumpahnya dalam jumblah besar, sekitar 20000-30000 barel.
Pemboran untuk mencari minyak bumi di Indonesia mulai dilakukan pada tahun 1871. Minyak bumi pertama kali ditemukan di indonesia diawali dengan laporan penumuan minyak bumi oleh Corps of the Mining Engineers intsitusi milik Belanda pada dekade 1850-an
2.1.2 Proses pembentukan minyak bumi
Minyak bumi berasal dari pelapukan sisa-sia organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yanh mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Sisa dari organisme tersebut berkumpul dan mengendap didasar bumi yang kemudian ditutupi lumpur. Karena pengaruh tekanan lapisan diatasnya, lumpur tersebut lama kelamaan berubah menjadi batuan. Bakteri anaerob menguraikan sisa jasad renik menjadi minyak dan gas  bumi karena meningkatnya tekanan dan suhu.
Minyak bumi proses pembentukannya memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan gas yang telah terbentuk meresap dalam batuan yang berpori. Berikut merupakan teori proses pembentukan minyak bumi:
1. Teori Biogenetik (Organik)
Teori ini menyebutkan bahwa Minyak Bumi dan Gas Alam terbentuk dari beraneka jasad organik seperti hewan dan tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan pasir dan lumpur.
Kemudian endapan lumpur ini menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi ini dari sungai menuju ke laut dan mengendap di dasar lautun selama jutaan tahun. Akibat pengaruh waktu, temperatur dan tekanan lapisan batuan di atasnya menyebabkan organisme itu menjadi bintik-bintik minyak ataupun gas.
2. Teori Anorganik
Teori menyebutkan bahwa minyak bumi terbentuk karena aktivitas bakteri. Unsur seperti oksigen, belerang dan nitrogen dari zat yang terkubur akibat aktivitas bakteri berubah menjadi zat minyak yang berisi hidrokarbon.

3. Teori Duplex
Teori ini merupakan teori yang banyak digunakan oleh kalangan luas karena menggabungkan Teori Biogenetik dengan Anorganik yang menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari berbagai jenis organisme laut baik hewan maupun tumbuhan.
Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk (Source Rock).
Selanjutnya minyak dan gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap). Dalam suatu perangkap (Trap) dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak dan air, (3) gas dan air. Jika gas terdapat bersama-sama dengan minyak bumi disebut dengan Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut Non Associated Gas. Karena perbedaan berat jenis, maka gas selalu berada di atas, minyak di tengah, dan air di bagian bawah. Karena proses pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Menurut berbagai teori tersebut, minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mati. Jasad renik tersebut kemudian terbawa air sungai bersama lumpur dan mengendap di dasar laut.
Akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, temperatur tinggi, dan tekanan oleh lapisan di atasnya, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.
Lumpur yang bercampur dengan jasad renik tersebut kemudian berubah menjadi batuan sedimen yang berpori, sedangkan bintik minyak dan gas bergerak ke tempat yang tekanannya rendah dan terakumulasi pada daerah perangkap (trap) yang merupakan batuan kedap.
Pada daerah perangkap tersebut, gas alam, minyak, dan air terakumulasi sebagai deposit minyak bumi. Rongga bagian atas merupakan gas alam, sedangkan cairan minyak mengambang di atas deposit air.
Proses pembentukan minyak bumi
1.      Fotosintesa ganggang
Minyak bumi dibuat secara alami, awalnya dihasilkan oleh ganggang yang berfotosintesa, ganggang merupakan biota terpenting dalam menghasilkan minyak bumi.
2.      Pembentukan batuan induk
batuan induk ini terbentuk karena ganggang yang sudah mati terendapkan di cekungan sedimen lalu membentuk Batuan Induk. Batuan induk merupakan batuan yang memiliki kandungan Carbon yang tinggi (High Total Organic Carbon). Namun tidak sembarang cekungan bisa menjadi Batuan Induk, makanya proses ini sangat spesifik.
3.      Pengendapan batuan induk
Kemudian batuan induk tertimbun oleh batuan lain selama jutaan tahun, salah satu batuan yang menimbun Batuan Induk ini adalah batuan sarang. Batu Sarang merupakan batu sarang ini umumnya terbentuk dari batu gamping, pasir maupun batu vulkanik yang tertimbun bersama dan terdapat ruang berpori. Semakin lama, batuan lain akan menumpuk dan dasarnya akan semakin tertekan kedalam sehingga suhunya akan semakin bertambah. Minyak terbentuk pada suhu antara 50 sampai 180 derajat Celsius.
4.      Proses akhir
Karbon terkena panas dan bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrokarbon. Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang ini berupa minyak mentah. Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan air. Salah satunya yang terpenting adalah berat jenis dan kekentalan. Kekentalan minyak bumi mentah lebih tinggi dari air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih kecil dari air.
                 
2.1.3 Pembentuk Minyak bumi
Komponen pembentuk minyak bumi ialah sisa jasad renik yang telah tertimbun bertahun-tahun. Komponen utama penyusun minyak bumi:
Senyawa
persentase
Kandungan senyawa
Hidrokarbon
90%-99%
Alufatik jenuh, aromatik, dan sikloalkana
Belerang
0,7%-7%
Tio alkana, alkanatiol
Nitrogen
0,01%-0,9%
Pirol(C4H5N)
Oksigen
0,01%-0,4%
Asam karboksilat
Organo logam
Sangat kecil
Logam nikel

2.1.4 Bagaimana Mengambil Minyak Bumi Sebelum Diolah
       Apabila suatu daerah telah diketahui memiliki kandungan minyak bumi didalamnya maka akan dilakukan pemboran dengan menggunakan alat bor seperti rig pengeboran untuk mengambil minyak bumi mentah di bawah tanah.

2.1.5 Seperti Apa Proses Pengolahan Minyak Bumi
Pengolahan minyak bumi memakan proses waktu yang cukup lama dan melewati beberapa tahapan. Terdapat 6 tahapan proses pengolahan minyak bumi, yakni :
1.      Proses Destilasi
Adalah proses pemisahan fraksi-fraksi yang ada di minyak bumi, pemisahan fraksi tersebut berdasarkan titik didih. Dilakukan pada sebuah wadah tabung yang dipanaskan dalam tekanan 1 atm suhu 370 derajat celcius.
Hasil dari fraksi dipisahkan dimana fraksi yang titk didihnya terendah menempati bagian paling atas tabung. Dan titik didih tinggi bagian paling dasar tabung.
2.      Proses Cracking (refinery)
Bertujuan untuk menguraikan molekul-molekul besar senyawa hidrokarbon menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil. Proses cracking dapat dilakukan dengan 3 cara:
·         Thermal Cracking: Pemecahan rantai senyawa hidrokarbon yang memiliki rantai panjang menjadi rantai yang lebih kecil dengan cara proses katalis atau pemanasan dalam suhu 800 derajat dan tekanan 700 kpa.
·         Catalytic Cracking: Menggunakan mekanisme perengkahan ion karbonium. Menggunakan suhu tinggi dengan tekanan yang rendah
·         Hidrocracking: Kombinasi proses thermal cracking dengan catalytic yang menghasilkan senyawa jenuh. Proses ini dilakukan dengan tekanan yang tinggi.

3.      Proses Reforming
Merubah struktur pada molekul fraksi yang mutunya buruk menjadi lebih baik. Dilakukan dengan proses pemanasan. Karena proses reforming merubah struktur molekul fraksi maka disebut juga proses isomerisasi.
4.      Proses Polimerasi dan Alkilasi
Proses Alikilasi: Penambahan suatu atom pada molekul fraksi sehingga menjadi jauh lebih panjang dan bercabang.
Proses Polimerasi: Penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul lebih besar dalam sebuah fraksi sehingga mutunya meningkat.
5.      Proses Treating
Pemurnian fraksi minyak bumi melalui tahap eliminasi bahan-bahan pengotor yang terlibat dalam proses pengolahan. Antara lain penghilangan bau tidak sedap melalui beberapa proses yang mengeliminasi bahan-bahan yang tidak memberikan manfaat dalam mutu dan mutu akan bertambah.
6.      Proses Blending
Meningkatkan kualitas produk siap pakai dengan menambahkan bahan-bahan aditif ke dalam fraksi minyak bumi. Seperti TEL ( Teta Ethyl Lead) yang meningkatkan bilangan oktan dalam bensin. Setelah melalui proses ini minyak bumi mutunya jauh lebih baik dan siap pakai.

2.2 Fraksi Minyak Bumi
Fraksi minyak bumi adalah komponen-komponen minyak bumi yang dipisahkan melalui proses fraksinasi. Fraknisasi dilakukan dengan memanaskan minyak bumi dengan tujuan memisahkan komponen yang mengandung hidrokarbon melalui titik didih. Berikut fraksi-fraksi minyak bumi dan pemanfaatannya :

01- LPG
Titik didih 20° - Merupakan uap dari minyak bumi yang dipanaskan yang komponen utamanya adalah propana dan butana. 

02 - Nafta
Titik didih 70° - nafta merupakan sejenis bensin / bahan bakar kendaraan dengan oktan yang tinggi. Nafta bisa diolah menjadi avtur (aviator turbin) sebagai bahan bakar pesawat terbang.

03 - Bensin
Titik didih 150° - Fraksi minyak bumi ini paling banyak di gunakan oleh masyarakat kita di Indonesia. Hampir semua masyarakat membeli bahan bakar jenis ini. 

04 - Kerosin / Minyak Tanah
Titih didih 270° - Minyak tanah memiliki tingkat pembakaran yang cukup rendah, kebanyakan minyak tanah diperuntukkan untuk bahan bakar kompor, lampu templok dan media pembantu untuk membakar sesuatu.

05 - Solar
Tititk didih 300° - Solar mengandung sulfur yang tinggi, jika mesin diesel tidak sempurna dalam melakukan pembakaran maka akan keluar asap hitam yang mengepul.

06 - Pelumas
Titik didih 350° - Pelumas digunakan untuk melindungi mesin dari gesekan. Pelumas didapati dari titik didih yang sangat tinggi dan berada di bawah tungku penyulingan minyak bumi bagian bawah.

07 - Parafin
Titik didih 370° - Parafin atau lilin terdapat dilapisan bawah tungku penyulingan minyak bumi dengan titik didih yang sangat tinggi. Saat ini parafin digunakan untuk pembuatan lilin, korek api dan proses pelapisan buah agar tahan lama.




08 - Residu / Aspal
Titik didih 400° - Residu biasanya terdapat di kerak dinding tungku penyulingan minyak bumi, Fraksi minyak bumi ini digunakan untuk mengikat bebatuan yang digunakan untuk mengaspal jalan agar menyatu. Aspal juga bersifat menyerap air, jika hujan dan air masuk kedalam aspal akan berpotensi tergerus dan jalan akan berlubang.

Dari fraksi-fraksi minyak bumi yang merupakan hasil dari fraksinasi hampir tidak ada yang terbuang. Demi memenuhi kebutuhan akan fraksi minyak bumi diatas, semua negara mengeksplorasi setiap wilayahnya untuk menemukan cadangan sumber daya yang baru.

Tabel Fraksi Minyak Bumi                               

Fraksi
Jumlah Atom C
Titik Didih (C)
Kegunaan
Gas
1-4
(-160)-30
Bahan bakar LPG sumber hidrogen, bahan baku sintesis senyawa organik.
Petroleum eter
5-6
30-90
Pelarut.
Bensin (Gasoline)
5-12
70-140
Bahan bakar kendaraan.
Nafta ( bensin berat)
6-12
140-80
Bahan kimia ( pembuatan plastik, karet sintetis, detergen, obat, cat, serat sintesis, kosmetik), zat aditif bensin.
Minyak tanah (kerosin), avtur(aviation turbine kerosene)
9-14
180-250
Rumah tangga, bahan bakar mesin pesawat terbang.
Solar dan minyak diesel
12-18
270-350
Bahan bakar diesel, industri.
Pelumas(oli)
18-22
350 ke atas
Pelumas.
Parafin / lilin/ malam
20-30
350 ke atas
Lilin, batik, korek api, pelapis kertas bungkus, semir sepatu.
Aspal
25 keatas
350 keatas
Pengaspalan jalan, atap bangunan, lapisan antikorosi, pengedapan suara pada lantai.







2.3 Bensin
       2.3.1 Pengertian dan Komponen Pembentuk Bensin
                 Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang ditujukan untuk kendaraan bermotor. Bensin dibuat dari minyak mentah, cairan berwarna hitam yang dipompa dari perut bumi dan biasa disebut dengan petroleum. Cairan ini mengandung hidrokarbon; atom-atom karbon dalam minyak mentah ini berhubungan satu dengan yang lainnya dengan cara membentuk rantai yang panjangnya yang berbeda-beda.
Bensin terdiri dari dua komponen utama, yaitu n-heptana (C7 H16) dan isooktana (C8H18). Kualitas bensin dapat ditentukan dari banyaknya kandungan isooktan atau yang disebut juga dengan nilai bilangan oktan. Semakin tinggi bilangan oktannya, semakin efisien proses pembakaran bensin tersebut. Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memegang peranan penting sampai saat ini
Kandungan utama bensin adalah hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan.
Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Nama oktan berasal dari oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana yang memiliki sifat kompresi paling bagus. Oktana dapat dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan, tidak seperti yang terjadi pada heptana, misalnya, yang dapat terbakar spontan meskipun baru ditekan sedikit. Nilai bilangan oktan 0 ditetapkan untuk nheptana yang mudah terbakar, dan nilai 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar.
Mengapa ada beberapa mobil yang harus menggunakan bensin tertentu? Karena ada beberapa kendaraan / mobil yang memiliki mesin berkualitas tinggi yang harus memakai (pertamax 92 dan pertamax turbo 98) dampak jika memakai bensin pertamax pada mobil adalah gejala knocking pada mesin mobil jika kebiasaan menggunakan bensin premium terus dilakukan knocking kemudian berdampak munculnya kerak disaluran bbm paling parahnya, pistonnya dan push prod rusak.



    
    

2.3.2 Proses Pembentukan Bensin
     Karena bensin merupakan salah satu dari fraksi minyak bumi, maka proses pengambilan dan pengolahannya sama dengan proses minyak bumi. Hanya saja bensin dihasilkan dari proses fraksinisasi dengan titik didih tertentu .
            2.3.3 Bahan Bakar Alternatif
            Bahan bakar alternatif adalah bahan bakar yang dapat digunakan untuk menggantikan bahan bakar konvensional yang tidak dapat diperbarui. Minat menggunakan bahan bakar alternatif untuk kendaraan yang terus tumbuh pada dasarnya dimotivasi oleh tiga pertimbangan berikut ini:
1. Bahan bakar alternatif umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi kendaraan yang berkontribusi terhadap kabut asap, polusi udara dan pemanasan global;
2. Sebagian besar bahan bakar alternatif tidak diturunkan dari bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya yang terbatas.
3. Bahan bakar alternatif dapat membantu negara memenuhi kebutuhan energi secara lebih mandiri.

Bahan Bakar alternatif dibedakan lagi menjadi dua
1.Bahan bakar alternatif dari alam
Misalnya:
·         Bahan bakar hidrogen
·         Energi air
·         Energi matahari
·         Energi angin
·         Energi gelombang laut
·         Energi gerak
·         Bahan bakar dari buah-bauahan/tumbuhan

2.Bahan bakar alternatif dari limbah
Misalnya:
·         Bahan bakar dari limbah plastik
·         Bahan bakar dari abu batu bara atau dibuat briket
·         Bahan bakar dari ranting, sisa-sisa kayu dan tempurung kelapa dibuat arang
·         Bahan bakar dari kotoran hewan atau manusia dibuat biogas

Ciri-ciri bahan bakar alternatif adalah:

1.      Dapat digunakan berulang-ulang
2.      Jumlahnya berlimpah di alam
3.      Pengolahannya tidak merusak alam
4.      Tidak berbahaya,aman,serta tidak menyebabkan penyakit akibat pengolahannya
5.      Ramah lingkungan





Macam-macam bahan bakar alternatif

a.       Biofuel
Bahan bakar hayati atau biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik.Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. Ada tiga cara untuk pembuatan biofuel: pembakaran limbah organik kering (seperti buangan rumah tangga, limbah industri dan pertanian); fermentasi limbah basah (seperti kotoran hewan) tanpa oksigen untuk menghasilkan biogas (mengandung hingga 60 persen metana), atau fermentasi tebu atau jagung untuk menghasilkan alkohol dan ester; dan energi dari hutan (menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh sebagai bahan bakar).

Proses fermentasi menghasilkan dua tipe biofuel: alkohol dan ester. Bahan-bahan ini secara teori dapat digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil tetapi karena kadang-kadang diperlukan perubahan besar pada mesin, biofuel biasanya dicampur dengan bahan bakar fosil. Uni Eropa merencanakan 5,75 persen etanol yang dihasilkan dari gandum, bit, kentang atau jagung ditambahkan pada bahan bakar fosil pada tahun 2010 dan 20 persen pada 2020. Sekitar seperempat bahan bakar transportasi di Brazil tahun 2002 adalah etanol.
Biofuel menawarkan kemungkinan memproduksi energi tanpa meningkatkan kadar karbon di atmosfer karena berbagai tanaman yang digunakan untuk memproduksi biofuel mengurangi kadar karbondioksida di atmosfer, tidak seperti bahan bakar fosil yang mengembalikan karbon yang tersimpan di bawah permukaan tanah selama jutaan tahun ke udara. Dengan begitu biofuel lebih bersifat carbon neutral dan sedikit meningkatkan konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer (meski timbul keraguan apakah keuntungan ini bisa dicapai di dalam prakteknya).Penggunaan biofuel mengurangi pula ketergantungan pada minyak bumi serta meningkatkan keamanan energi.
Ada dua strategi umum untuk memproduksi biofuel. Strategi pertama adalah menanam tanaman yang mengandung gula (tebu, bit gula, dan sorgum manis) atau tanaman yang mengandung pati/polisakarida (jagung), lalu menggunakan fermentasi ragi untuk memproduksi etil alkohol. Strategi kedua adalah menanam berbagai tanaman yang kadar minyak sayur/nabatinya tinggi seperti kelapa sawit, kedelai, alga, atau jathropa. Saat dipanaskan, maka keviskositasan minyak nabati akan berkurang dan bisa langsung dibakar di dalam mesin diesel, atau minyak nabati bisa diproses secara kimia untuk menghasilkan bahan bakar seperti biodiesel. Kayu dan produk-produk sampingannya bisa dikonversi menjadi biofuel seperti gas kayu, metanol atau bahan bakar etanol.
Sederhananya, biofuel adalah energi yang terbuat dari materi hidup, biasanya tanaman. Bioetanol,biodiesel, dan biogas adalah jenis biofuel.Biofuels dianggap energi terbarukan, mengurangi peran dari bahan bakar fosil, dan telah mendapat perhatian dalam transisi ke ekonomi rendah karbon.


b.       Bioetanol 
Bioetanol (C2H5OH) merupakan salah satu biofuel yang hadir sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan sifatnya yang terbarukan.Merupakan bahan bakar alternatif yang diolah dari tumbuhan yang memiliki keunggulan karena mampu menurunkan emisi CO2 hingga 18%, dibandingkan dengan emisi bahan bakar fosil seperti minyak tanah. Bioetanol dapat diproduksi dari berbagai bahan baku yang banyak terdapat di Indonesia, sehingga sangat potensial untuk diolah dan dikembangkan karena bahan bakunya sangat dikenal masyarakat. Tumbuhan yang potensial untuk menghasilkan bioetanol antara lain tanaman yang memiliki kadar karbohidrat tinggi, seperti tebu, nira, aren, sorgum, ubi kayu, jambu mete (limbah jambu mete), garut, batang pisang, ubi jalar, jagung, bonggol jagung, jerami, dan bagas (ampas tebu).
Dari biomas yang banyak mengandung pati dapat dibuat alkohol.Alkohol merupakan bahan bakar yang baik. Dicampur dengan bensin ia dapat digunakan untuk bahan bakar mobil, sehingga dapat mengurangi konsumsi BBM.

c.       Biodiesel 
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.
Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur zaman sekarang.
Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar.Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.

d.      Biogas
Kotoran hewan dapat digunakan sebagai kompos untuk memupuk tanaman atau membuat biogas yang berguna sebagai bahan bakar.Biogas cocok dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki biomassa berlimpah, terutama di sentra-sentra produksi padi seperti ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan lain-lain.
Biogas sebagian besar terdiri atas gas metan yang dapat dibakar. Biogas merupakan hasil fermentasi bakteri metan di dalam kondisi anaerobik.Secara teknis pembuatan biogas tidak merupakan masalah.

e.       Hidrogen
Energi kimia yang diubah menjadi listrik dan cocok digunakan untuk mobil listrik.Sekarang sedang dalam tahap pengembangan, khususnya infrastruktur untuk pengisian sel bahan bakar tersebut ke kendaraan agar bisa dilakukan juga secara konvensional.Dengan gencarnya pengembangan dan produksi mobil listrik, penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif juga semakin besar.

f.         Air
Sejauh ini air sebagai bahan bakar masih hipotesis dan dalam penelitian lanjut. Air merupakan energi yang memang tidak secara langsung bisa dipakai tanpa bantuan proses lain. Pasalnya, air merupakan oksidasi dari hidrogen.Untuk itu harus dikembangkan teknologi untuk memecah molekul air menjadi hidrogen dan digunakan sebagai energi.

g.      Urine
Jika ini terjadi kita tidak perlu pusing lagi mencari WC umum ketika melakukan perjalanan.Menurut Dr. Gerardine Botte dari Asosiasi Profesor Departemen Tehnik Mesin Kimia dan Biomolekuler di Universitas Ohio, di dalam molekul urea (urine) terdapat empat atom hidrogen jika dibandingkan air biasa yang hanya mengandung dua atom hidrogen. Lalu molekul tersebut dipisahkan melalui oksidasi dengan basis elektroda nikel pada 0.37 V sehingga hidrogen tersebut akan terpecah.

h.      Nitrogen Cair
Nitrogen cair adalah salah satu yang disiapkan untuk kendaraan masa depan. Proses pembuatannya, nitrogen cair dipanaskan, ekstrak panas menghasilkan tekanan udara dan digunakan untuk menggerakkan piston atau mesin sehingga bisa berputar.

i.        Tekanan Udara
Selain tekanan udara yang dihasilkan oleh nitrogen cair, secara sederhana kompresi udara juga bisa digunakan sebagai sumber daya mobil.Penggunaan uda yang dikompresi tidak memerlukan busi dan sistem pendingin.Dengan demikian dapat mengurangi biaya produksi dan perawatan kendaraan. Proyek mesin dengan tekanan udara ini pertama dikembangkan oleh Tata Motors dari India bekerja sama dengan perusahaan Perancis, MDI.

j.        Gas Alam
CNG (Compressed Natural Gas) atau gas alam dan di Indonesia lebih dikenal dengan BBG (bahan bakar gas).Polusi yang ditimbulkan lebih rendah dibandingkan bensin dan diesel.Kaerna lebih ringan dari oksigen, polusi yang ditimbulkan juga sangat rendah.Masalahnya, untuk menyimpannya diperlukan tekanan yang sangat tinggi.Akibatnya, harus menggunakan tabung atau tangki yang kuat dan berat.

k.      Liquefied Petroleum Gas (LPG)
Bahan bakar ini sudah umum digunakan oleh rumah tangga di Indonesia dan dikenal dengan sebutan elpiji. Karena terdiri dari campuran hidrokarbon yang mudah terbakar (kalu ada sumber api), penggunaannya transportasi umum sudah banyak. Dibandingkan dengan BBG, penyimpanan elpiji membutuhkan tekanan jauh lebih rendah.








2.4 Dampak Penggunaan Minyak Bumi dan Bensin
2.4.1 Dampak Positif
·         Membuat kehidupan menjadi lebih mudah
·         Mendorong kreativitas rakyat dan pemerintah untuk menemukan energi alternatif
·         Pemerintah dapat menghemat dana hingga triliunan rupiah
·         Berpengaruh positif pada perekonomian
2.4.2 Dampak Negatif
·         Mencemari lingkungn
·         Hasil dari pembakaran tidak sempurna dapat menyebabkan pemanasan global
·         Ketergantungan penggunaan SDA minyak bumi dan bensin cepat menghabiskan SDA yang tidak terbaharukan ini
·         Dapat menyebabkan krisis apabila diproduksi kelebihan minyak












BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Kesimpulan dari makalah ini yakni membahas mengenai sedikit sejarah minyak bumi, dari mana dan seperti apa pengolahan minyak bumi, apa saja fraksi minyak bumi. Membahas bensin, bilangan oktan, dampak penggunan, serta lain-lain. Yang semoga makalah ini dapat berguna dengan baik dan menambah wawasan siswa mengenai materi kimia minyak bumi dan segala pembahasannya. Kami yakini masih ada kekurangan dalam makalah ini, dilihat dari kemampuan dan waktu kami yang terbatas. Oleh karena itu kami mohon maklum kepada Bapak/Ibu guru atas segala kekurangan yang masih ada dalam makalah ini.

B.     SARAN
Seharusnya pemerintah mengadakan pembatasan terhadap penggunaan minyak bumi dan dengan giat menaikkan pamor bahan bakar alternatif yang sangat berguna dalam mengganti energi yang dibutuhkan sehari-hari. Sangat disayangkan pemerintah masih kurang dalam mengedukasi warga mengenai betapa banyak pengganti yang dapat digunakkan selain minyak bumi, dimana bahan-bahan tersebut ramah lingkungan dan tidak memperparah pemanasan global.















LAMPIRAN
  Gambar 1.1 pengeboran minyak bumi                             









      Gambar 1.3 Pengolahan Minyak Bumi               Gambar 1.4 dampak negatif penggunaan               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LITERASI NON FIKSI (MATEMATIKA CERDAS)

  Laporan Harian Kegiatan Membaca   Nama                                 : Wulan Amalia Mustika Damayanti Kelas            ...