Senin, 17 Agustus 2020

LITERASI NON FIKSI (MATEMATIKA CERDAS)

 

Laporan Harian Kegiatan Membaca

 

Nama                                : Wulan Amalia Mustika Damayanti

Kelas                                 : XI MIA 2

 

Judul buku                       : Matematika Cerdas

Pengarang                        : Moch. Surya

Penerbit, tahun terbit       : Tri Menara Indonesia Publishing, 2015

Jenis buku                        : Non Fiksi

Tebal buku                       : 125 halaman

 

No.

Bab

Informasi Penting

1.

I

      

        Perkalian angka 6 sampai dengan 10 jari tangan semuanya memiliki nilai, untuk jari tangan yang terbuka memiliki nilai puluhan, sedangkan jari tangan yang tertutup memiliki nilai satuan, untuk mengerjakannya puluhan ditambah dengan puluhan sedangkan untuk mencari satuannya, satuan dikalikan dengan satuan.

 

RUMUS

P + P =P

S × S = S

P + S = P

 

        Perkalian pada angka belasan sampai pada ribuan, jari tangan yang dipakai hanya jari tangan yang terbuka, untuk jari tangan yang tertutup tidak digunakan (pasif).

      

 Catatan : Perkalian angka 11 sampai dengan 15, angka 100 wajib disimpan atau harus diingat, angka 100 tersebut dari angka puluhan 11 dikalikan dengan angka puluhan 15 (10 × 10 = 100)

 

Pada tahap ini perkalian 11 sampai dengan 15, masing-masing jari memiliki tingkat berhitung, diawali dari 11,12,13,14, dan 15.

 

Nilai pada masing-masing jari :

1.      Jari kelingking memiliki nilai 11

2.      Jari manis memiliki nilai 12

3.      Jari tengah memiliki nilai 13

4.      Jari telujuk memiliki nilai 14

5.      Jari jempol  memiliki nilai 15

 

2.

II

      

     Cara cepat perkalian dengan rumus (1+) penyelesaiannya dengan menyusun ke bawah atau yang biasa dipakai dalam mengerjakan perkalian.

Contoh soal : 26 × 24 = 624

Penyelesaian dengan menyusun ke bawah atau yang biasa dipakai dalam mengerjakan perkalian.

 

1     2   6

3 2   4

         6 2 4

Catatan : teknik (1+) adasyarat dan ketentuan :

1.      Bilangan puluhan harus sama

2.      Nilai satuannya harus berjumlah 10

 

3.

III

 

     Perkalian istimewa adalah perkalian yang sangat luar biasa, karena cara penerapannya sangat mudah dan cepat, tergolong perkalian istimewa terbagi dari beberapa factor diantaranya adalah :

A.    Keistimewaan angka “11”

4    3

1        1

4  7  3  

 

B.     Keistimewaan angka “9”

C.     Keistimewaan angka “8”

D.    Keistimewaan angka “6”

E.     Keistimewaan angka “5”

F.      Keistimewaan angka ”4, 3, 2, dan 1”

 

4.

IV

 

     Aljabar dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan, susu-suku yang dijumlahkan atau dikurangkan harus sejenis. Suku yang sejenis ditandai dengan variable dan pangkat yang sama. Operasi hitungan aljabar terbagi dalam penjumlahan dan pengurangan, perkalian, sifat distributif perkalian, pembagian, dan perpangkatan.

     Operasi bentuk pemecahan aljabar terbagi dalam penjumlahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian, dan perpangkatan. Di dalam perpangkatan terbagi lagi menjadi perpangkatan berbentuk aljabar suku dua, segitiga pascal, dan  perpangkatan suku banyak.

     Dalam memfaktorkan suku aljabar ada  pembagiannya, yaitu  memfaktorkan suku, faktorisasi bentuk  dengan a=1, faktorisasi bentuk  dengan a > 1, dan faktorisasi selisih dua kuadrat

 

5.

V

 

     Rumus Pythagoras jika A berada pada sudut siku-siku, dan AB dan AC = sisi saling berpenyiku (90°) di ABC = sisi miring (hypotenusa / sisi terpanjang). Kuadrat sisi mieing (hypotenusa) sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi berpenyiku. Rumusnya adalah  .

     Triple Pythagoras adalah bilangan-bilangan tertentu pembentuk segitiga siku-siku. Berikut adalah beberapa bilangan triple pythagoras :

a.       3, 4, 5 dan kelipatannya

b.      5, 12, 13 dan kelipatannya

c.       7, 24, 25 dan kelipatannya

d.      8, 15, 17 dan kelipatannya

     Perbandingan sisi-sisi segitiga bisa menggunakan dengan trigonometri. Pada trigonometri dikenal tiga istilah yaitu sinus (sin), cosinus (cos), dan tangen (tan).

     Sin A =   ; Cos  A =   ; Tan A =

 

6.

VI

 

     Pusat lingkarang terletak di O, sedangkan OA dan OB adalah jari-jari lingkaran (simbolnya r dan R), dan AB adalah diameter lingkaran (simbolnya d dan D). Busur lingkaran terdapat di garis paling luar lingkaran, sedangkan  tali busur terdapat pada garis di dalam lingkaran. Tembereng adalah daerah yang dibatasi sebuah busur dan sebuah tali busur. Juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur.

     Keliling lingkaran rumusnya adalah  atau . Rumus luas lingkaran adalah  atau . Keterangan, r adalah jari-jari lingkaran, d adalah diameter lingkaran, dan  bernilai  atau 3,14.

 

7.

VII

 

     Panjang rusuk total pada kubus rumusnya adalah 12 × a, rumus panjang diagonal sisi pada kubus adalah  , rumus panjang diagonal ruang =  , rumus luas permukaan = , dan rumus volume = .

     Panjang rusuk total pada balok rumusnya adalah , panjang diagonal ruang =   , Rumus luas permukaan balok =  , dan volume = .

   Volume pada limas rumusnya adalah . Luas permukaan prisma = 2 × La × K × t. Volume prisma = La × . Luas permukaan tabung =  Volume tabung = . Luas selimut kerucut = . Luas permukaan kerucut = . Volume kerucut = . Luas permukaan bola = . Volume bola =

 

8.

VIII

 

     Kuadrat dan perkalian kelipatan 10 dapat dilakukan dengan mudah karena kita mengambilkan angka nolnya untuk ditambahkan kemudian. Semua bentuk perkalian dengan satuan berjumlah 10 dapat diselesaikan dengan mudah karena memiliki sifat istimewa. Keistimewaan tersebut karena perkalian ini akan menghasilkan perkalian 2 buah bilangan kelipatan 10. Dari sifat ini, maka semua kuadrat dengan satuan 5 dapat dihitung menggunakan keistimewaan perkalian dengan satuan 10.

     Keunikan jumlah 10, ini tentu saja tidak hanya monopoli kuadrat satuan 5. Jika kalian harus menghitung perkalian yang satuannya berjumlah 10 dan puluhannya sama, maka kalian bisa menggunakan cara yang sama seperti yang kalian lakukan pada kuadrat dengan satuan 5.

     Kuadrat kelipatan 10 dapat digunakan untuk mempermudah berhitung kuadrat bilangan berapapun, caranya adalah dengan memecah (mengubah menjadi penjumlahan atau pengurangan) bilangan kelipatan 10.

 

9.

IX

 

     Semua bilangan yang diakhiri dengan dua angka nol dan memiliki akar kuadrat bulat, dapat dihitung dengan cara mudah, yaitu  ambil du angka dari kanan atau belakang kemudian Tarik akar bilangan sisanya sebagai angka puluhan.

     Semua angka bilangan dengan dua angka terakhirnya 25 dan memiliki akar kuadrat bulat selalu memiliki akar kuadrat dengan satuan 5, sehingga akar kuadratnya dapat dicari dengan mudah.

     Jika hasil akar kuadrat bukan kelipatan 5 dan kelipatan 10, kalian dapat mencarinya dengan memperhatikan keistimewaan perkalian 5 dan pasangan bilangan lainnya.

     Pangkat 3 adalah perkalian dari tiga buah bilangan yang sama. Pangkat tiga dilambangkan dengan angka tiga yang posisinya naik ke atas. , , , dan lain-lain.

 

Komentar terhadap isi buku

  

     Buku ini memberikan informasi mempermudah dalam berhitung perkalian maupun pembagian yang sulit. Terdapat banyak cara dan rumus berhitung cepat. Informasi yang disampaikan juga sangat lengkap dan jelas. Buku ini juga memberikan pemahaman bagi pembaca khususnya bagi pemula sehingga pesan yang mau diutarakan oleh pengarang tersampaikan kepada pembaca.

 

 

     ..............., 6 Oktober 2019

Mengetahui,

 

                     Orang tua/Wali                                                      Guru Bahasa Indonesia

 

 

 

       

              (..........................)                                                      (Fitriyah, S.Pd)

 

 

 

LITERASI NON FIKSI (MATEMATIKA CERDAS)

  Laporan Harian Kegiatan Membaca   Nama                                 : Wulan Amalia Mustika Damayanti Kelas            ...